Baru-baru ini beredar kabar bahwa banyak masyarakat yang merasa dirugikan secara financial dengan adanya praktek perusahaan bodong investasi Bitcoin. Laporan tersebut masuk ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari beberapa masyarakat, namun sebenarnya pihak satgas OJK sudah mencium praktek investasi bodong yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Mereka mengiming-imingi keuntungan tinggi kepada member yang bersedia menitipkan sejumlah dana yang dikonversi menjadi virtual currency Bitcoin. Bunga yang diberikan tidak tanggung-tanggung, per bulannya bisa mencapai 30%. Secara logika, praktek investasi yang memberikan janji keuntungan tinggi seperti ini jelas tidak masuk akal.

Pihak OJK tidak memberikan secara detail siapa-siapa saja perusahaan yang akan dipanggil tersebut, informasinya ada 9 perusahaan yang akan dipanggil. Namun berdasarkan informasi dari media cnn, beberapa perusahaan tersebut diantaranya adalah PT Bitconnect Coin Indonesia (Bitconnect) dan PT Purwa Wacana Tertata yang lebih dikenal dengan Share Profit System (SPS Coin).

Perusahaan tersebut memang mengakui bukan sebagai marketplace virtual currency layaknya VIP Bitcoin Indonesia, namun sebagai lembaga yang memiliki coin tersebut. Panggilan ini sebagai respon OJK terhadap laporan yang masuk dari masyarakat yang merasa dirugikan.

Pihak OJK juga selalu mensosialisasikan kepada masyarakat terkait larangan Bitcoin digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia yang dikeluarkan langsung oleh BI.

Masyarakat memang harus hati-hati dengan penawaran-penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan di luar batas kewajaran. Sudah dipastikan investasi tersebut adalah investasi yang dijalankan menggunakan sistem ponzi. Artinya, dana yang digunakan untuk membayar keuntungan member adalah hasil dari dana member baru, jadi bukan dari sistem bagi hasil.

Jika melihat dari arti sebenarnya tentang investasi adalah kegiatan penggalangan dana, dimana dana yang terkumpul digunakan untuk usaha lain atau dimasukkan pada produk saham, reksadana, deposito, maupun pasar modal. Keuntungan yang diperoleh investor merupakan bagi hasil dari dana yang dikembangkan tersebut.

Namun berbeda dengan investasi yang dijalankan oleh perusahaan bodong, mereka tidak menjelaskan secara detail dana yang terkumpul digunakan untuk usaha apa dan siapa yang bertanggung jawab. Yang lebih berbahaya lagi, usaha penggalangan dana tersebut tidak memiliki ijin dari OJK.

sumber : intanblog.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here